Weekly Perspective - W2 Oktober 2018

Melemahnya Rupiah Memberikan Sentimen Negatif bagi Pasar

  • Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD hingga menyentuh level IDR 15,000 – 15,200 / USD menyebabkan pasar saham domestik selama sepekan terakhir mengalami koreksi cukup dalam dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sebesar -4.09% ke level 5,731.93. Penurunan IHSG juga diikuti net sell olehinvestor asing secara week to date sebesar Rp -2.40 triliun. Sektor yang mengalami kenaikan hanya Mining +0.61%, Sementara hampir seluruh sektor lainnya mengalami penurunan dimana sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Basic Industry -8.85%  diikuti oleh Manufacturing -5.87%, Consumer Goods -4.98% dan Banking -4.13%.
  • Penurunan pada pasar saham juga diikuti oleh pasar obligasi dimana harga Surat Utang Negara (SUN) yang mengacu pada Bloomberg Indonesia Local Sovereign Index (BINDO) mengalami koreksi -1.23% pada periode 01 – 05 Oktober 2018 sejalan dengan pergerakan yield SUN tenor 10 tahun yang mengalami kenaikan dari level 8.00% menjadi 8.40%. Meskipun pasar obligasi mengalami koreksi namun berdasarkan dengan laporan DJPPR per tanggal 05 Oktober 2018,  investor asing membukukan net buy Rp 4.25 triliun secara week to date dari posisi Rp 850.85 triliun di akhir September 2018 meningkat menjadi Rp 855.10 triliun. Dengan level yield SUN tenor 10 tahun yang sudah di atas 8%, valuasi harga SUN sudah cukup atraktif bagi investor asing untuk mulai melakukan akumulasi pembelian SUN kedepannya. Adapun lelang Surat Berharga Sukuk Negara (SBSN) yang berlangsung pada hari Selasa 02 Oktober 2018 mencatatkan total bid sebesar Rp 10.93 triliun dan yang dimenangkan Rp 5.10 triliun. Lelang kali ini juga memperkenalkan seri SBSN benchmark terbaru untuk tahun 2019 yaitu PBS 19 dengan tenor 5 tahun.
  • Rilis data US – Non Farm Payroll yang diumumkan tanggal 5 Oktober 2018 menunjukan pertumbuhan data US – Non Farm Payroll (UNFP) bulan September 2018 tumbuh sebesar 135K sehingga membuat unemployment rate turun ke level 3.70%, yang merupakan level terendah sejak Desember 1969. Solidnya pertumbuhan data UNFP serta unemployment rate yang terus mengalami penurunan mendorong kenaikan Yield US Treasury 10y ke level 3.22% dan menguatnya nilai tukar USD dibandingkan mata uang negara lainnya terutama dari emerging market.
  • Cadangan Devisa Indonesia periode September 2018 mengalami penurunan sebesar USD 3.1 milyar menjadi USD 114.8 milyar (posisi terendah sejak bulan November 2016). Penurunan cadangan devisa dipengaruhi pembayaran utang luar negeri oleh Pemerintah serta menjaga pergerakan nilai tukar Rupiah.  Pelaku pasar juga menantikan rilis data perdagangan September 2018 yang akan rilis tanggal 15 Oktober 2018 dimana dalam dua bulan berturut-turut data perdagangan selalu mengalami defisit (Jul 18 : USD -2 milyar dan Aug 18: USD -1.0 milyar).
  • Portfolio Reksa Dana Saham akan akumuluasi saham-saham blue chip yang sudah relatif murah dan memiliki potensi untuk menguat. Terdapat peluang kenaikan jangka pendek dari IHSG. Tentunya kami akan lebih selektif untuk memilih saham-saham  yang berpotensi bisa memberikan return yang baik. Reksa Dana Obligasi akan mulai melakukan akumulasi pada SUN tenor menengah (tenor 5-10 tahun) serta obligasi korporasi tenor pendek dengan kupon yang tinggi untuk menjaga volatilitas market dan memaksimalkan Return Portfolio. Durasi portfolio dijaga di level 4.00 – 4.50.



DISCLAIMER INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RESIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DEPAN.

PT Majoris Asset Management (“Majoris”) telah memperoleh izin usaha sebagai Manajer Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dalam melakukan kegiatannya diawasi oleh OJK. Dokumen ini dibuat oleh Majoris hanya sebagai informasi singkat dan disesuaikan dengan ketentuan Peraturan yang berlaku. Segala perhatian telah diberikan secara seksama untuk menyakinkan bahwa informasi yang disajikan dalam dokumen ini tidak menyesatkan. Namun demikian, Calon Pemodal tidak disarankan untuk hanya mengandalkan keterangan dalam dokumen ini. Kerugian yang mungkin timbul karenanya tidak akan ditanggung.


Download PDF



Back to list