Weekly Perspective - W1 Oktober 2018

Stabilnya Nilai Rupiah Mendorong Kenaikan Pasar Saham dan Obligasi Domestik

  • Pasar saham domestik selama sepekan terakhir kembali melanjutkan kenaikan seperti dua minggu sebelumnya didorong oleh stabilnya nilai tukar Rupiah yang bergerak di level 14,860 – 14,900 / USD serta valuasi pasar saham yang sudah cukup atraktif sehingga investor sudah mulai melakukan akumulasi beli secara bertahap. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode 24 – 28 September 2018 mengalami kenaikan +0.32% ditutup di level 5,976.55 diikuti net buy oleh investor asing sebesar Rp 1.60 triliun (September 2018: asing net buy: Rp 500 milyar). Sektor yang mengalami kenaikan terbesar diantaranya infrastructure sebesar +1.20% diikuti oleh miscellaneous industry  +1.15% dan consumer goods yang naik +0.56%. Sedangkan sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu trade services -0.37% dan basic industry -0.30%.
  • Kenaikan yang terjadi pada pasar saham domestik juga diikuti oleh pasar obligasi dimana harga Surat Utang Negara (SUN) yang mengacu pada Bloomberg Indonesia Local Sovereign Index mengalami kenaikan +0.59% pada periode 24 – 28 September 2018 sejalan dengan pergerakan yield SUN tenor 10 tahun yang mengalami penurunan dari 8.20% menjadi 8.00%. Positifnya pasar obligasi diikuti oleh investor asing yang membukukan net buy Rp 7.03 triliun secara week to date , meskipun secara month to date posisi asing masih membukukan net sell sebesar Rp 4.94 triliun dari posisi Rp 855.79 triliun di akhir Agustus 2018 menjadi Rp 850.85 triliun berdasarkan laporan DJPPR per tanggal 28 September 2018. Adapun lelang SBSN yang berlangsung hari Selasa 02 Oktober 2018 mencatatkan total bid sebesar Rp 10.93 triliun dan yang dimenangkan Rp 5.10 triliun. Lelang kali ini juga memperkenalkan seri SBSN benchmark terbaru untuk tahun 2019 yaitu PBS 19 dengan tenor 5 tahun.
  • Rilis data US – Non Farm Payroll bulan September 2018 akan rilis pada tanggal 5 Oktober 2018. Ekspektasi konsensus di Bloomberg menyatakan bahwa pertumbuhan US- Non Farm Payroll akan tumbuh 215K, lebih tinggi dari pertumbuhan aktual bulan Agustus 2018 sebesar 214K. Kuatnya pertumbuhan data US-Non Farm Payroll akan membuat mata uang USD mengalami penguatan dibandingkan dengan mata uang lainnya.
  • Inflasi di bulan September 2018 mengalami penurunan ke level 2.90% secara Year on Year (YoY) dibandingkan bulan Agustus 2018 sebesar 3.20% secara YoY dan secara Month to Month (MtM) mengalami deflasi -0.18% pada September 2018 dibandingkan Agustus 2018 sebesar -0.06%. Deflasi terjadi dipengaruhi oleh penurunan beberapa bahan pangan diantaranya cabe, gula dan telur. Dengan level inflasi yang cukup terkendali, diharapkan target inflasi sepanjang tahun 2018 sebesar 3.50% dapat tercapai.
  • Portfolio Reksa Dana Saham akan mempertimbangkan alokasi lebih untuk saham-saham blue chip yang sudah relatif murah dan memiliki potensi untuk menguat. Dengan kondisi sideways di pasar saham,  kami akan lebih selektif untuk memilih saham-saham  yang berpotensi bisa memberikan return yang baik.. Reksa Dana Obligasi akan tetap membuka peluang untuk mengalokasikan lebih pada SUN tenor menengah (tenor 5-10 tahun) serta obligasi korporasi dengan kupon yang tinggi untuk menjaga volatilitas dan memaksimalkan Return Portfolio. Durasi portfolio di level 3.60 – 4.30.



DISCLAIMER INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RESIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DEPAN.

PT Majoris Asset Management (“Majoris”) telah memperoleh izin usaha sebagai Manajer Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dalam melakukan kegiatannya diawasi oleh OJK. Dokumen ini dibuat oleh Majoris hanya sebagai informasi singkat dan disesuaikan dengan ketentuan Peraturan yang berlaku. Segala perhatian telah diberikan secara seksama untuk menyakinkan bahwa informasi yang disajikan dalam dokumen ini tidak menyesatkan. Namun demikian, Calon Pemodal tidak disarankan untuk hanya mengandalkan keterangan dalam dokumen ini. Kerugian yang mungkin timbul karenanya tidak akan ditanggung.


Download PDF



Back to list