Investor Information

Weekly Market Update

Weekly Perspective - W3 June 2019
Pasca mundurnya Theresa May sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris pada tanggal 7 Juni 2019 karena gagalnya negosiasi Brexit dengan Uni Eropa, Inggris kembali mengadakan pemilihan PM dimana ada sebelas kandidat dari Partai Konservatif yang mengikuti proses pemilihan tersebut. Boris Johnson sebagai salah satu kandidat terkuat PM Inggris memenangkan pemilihan pertama dengan meraih 114 dari 313 suara yang diperebutkan dalam pemungutan suara Partai Konservatif yang dilakukan oleh Majelis Rendah Parlemen. Di putaran selanjutnya Johnson wajib memperoleh minimal 150 dari 313 suara untuk memenangkan pemilihan dan apabila tidak tercapai akan dilanjutkan ke putaran final untuk memperebutkan suara anggota partai konservatif sebanyak 160 ribu di seluruh negeri. Beberapa hal yang akan dihadapi oleh PM baru terkait dengan skenario Brexit kedepannya diantaranya menyepakati perjanjian Brexit, Menunda Brexit untuk kedua kalinya, keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan dan menghentikan Brexit.

Read more
Weekly Perspective - W4 May 2019
Perdana Menteri Inggris Theresa May mengadakan konferensi pers pada hari Jumat 24 Mei 2019 dan menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri efektif per tanggal 7 Juni 2019. Keputusan mundur ini dipengaruhi oleh kegagalannya dalam menyusun proses Brexit (Inggris keluar dari Uni Eropa). Saat ini ada empat kandidat yang berpotensi untuk menggantikan May diantaranya Boris Johnson yang merupakan kandidat terkuat dan mantan Menlu, Dominic Raab yang merupakan anggota Parlemen, Porry Mondaut yang menjabat Menteri Pertahanan dan Rory Steward yang menjabat sebagai Menteri Pembangunan. Keempat kandidat tersebut menginginkan proses Brexit dengan kesepakatan terjadi sebelum tanggal 31 Oktober 2019 dan menghindari proses Brexit tanpa kesepakatan karena akan membahayakan perekonomian Inggris dan menghapus keistimewaan yang selama ini diperoleh Inggris dalam melakukan perdagangan dengan negara-negara Uni Eropa. Uni Eropa juga menyatakan tidak akan membuka negosiasi kembali dengan Inggris dan masih mengacu pada perjanjian yang disepakati dengan May meskipun telah tiga kali ditolak oleh Parlemen Inggris.

Read more
Weekly Perspective - W3 May 2019
Setelah Amerika Serikat (AS) menaikkan tarif impor untuk barang-barang China dari 10% menjadi 25% senilai USD 200 milyar yang berlaku pada hari Jumat 10 Mei 2019, China akan melakukan balasan secepatnya kepada AS dengan menaikkan tarif terhadap 5140 produk impor dari Amerika dari sebelumnya 5% dan 10% menjadi 20% dan 25% sebesar USD 60 milyar per tanggal 1 Juni 2019.

Read more
Weekly Perspective - W2 May 2019
Amerika Serikat (AS) dan China sepakat untuk melanjutkan negosiasi perang dagang di tengah situasi yang memanas akibat keputusan Presiden AS Donald Trump yang menaikkan tarif impor barang dari China dari 10% menjadi 25% untuk nilai perdagangan USD 200 Milyar di tengah proses pembicaraan kedua negara. Hal ini diungkapkan Wakil Perdana Menteri China Liu Hue yang mengatakan bahwa pembicaraan antar kedua negara masih cukup baik dan akan semakin ditingkatkan di sepanjang bulan Mei 2019. Beberapa hal penting yang menjadi permintaan AS di dalam proses negosiasi seperti hak atas kekayaan intelektual, transfer teknologi, akses kepada keuangan dan manipulasi mata uang terkait kebijakan China yang mendevaluasi mata uangnya. Sedangkan China meminta kepada AS untuk menetapkan target pembelian barang dari China secara rill dan menghapus seluruh tarif ekstra impor sebesar 25% (mengembalikan pada tarif 10%) untuk semua barang China yang akan masuk ke AS.

Read more