Investor Information

Weekly Market Update

Weekly Perspective - W5 May 2018
Dengan penurunan harga minyak dunia dan juga penurunan ekspektasi kenaikan bunga The Fed, maka yield US Treasury turut mengalami penurunan dari level peak 3,11% menjadi 2,81% untuk tenor 10 tahun. Hal ini mengindikasikan suatu hal yang positif di pasar, sehingga turut mendorong rebound (kenaikan) harga di pasar saham di Indonesia. IHSG selama 1 minggu terakhir, mengalami kenaikan sebesar +3,3% dari level 5.783 menjadi 5.975. Selama 4 hari berturut-turut hingga 28 Mei 2018, investor asing mencatatkan net buy dengan akumulasi sebesar Rp 2,5 Triliun. Adapun pada pasar obligasi, selama 1 minggu terakhir masih mencatatkan penurunan harga sebesar -1,1% dengan pergerakan yield SUN tenor 10 tahun menyentuh 7,6%. Namun pada awal minggu ini, yield SUN sudah mengalami penurunan kembali ke level 7,14%. Hal ini seiring dengan penurunan yield US Treasury ke level 2,8% juga disebabkan optimisme pasar akan langkah intervensi yang diambil Perry Warjiyo, Gubernur Bank Sentral Bank Indonesia yang baru dilantik Mei 2018 ini dalam mempertahankan mata uang Rupiah. Intervensi yang dilakukan Bank Indonesia baik di pasar uang dan pasar obligasi, berhasil membawa Rupiah menguat dari Rp 14.153/USD menjadi Rp 13.985/USD.

Read more
Weekly Perspective - W4 May 2018
Setelah mengalami negosiasi yang cukup Panjang, hari Sabtu (19 May 2018), akhirnya Pemerintah AS dan China mengeluarkan statement dimana China berkomitmen untuk meningkatkan impor dari AS khususnya terkait energi dan produk agri, sehingga diharapkan dapat mengurangi trade deficit dengan AS yang pada tahun 2017 mencapai USD 375 miliar. Peningkatan impor ini seiring pertumbuhan kebutuhan konsumsi dari China. Dengan kesepakatan ini maka kenaikan tarif impor diestimasi mengalami penundaan. Namun meredanya risiko trade war tidak berlangsung lama, dengan statement terbaru dari Trump yang menyatakan belum puas dengan hasil negosiasi tersebut.

Read more
Weekly Perspective - W3 May 2018
Peningkatan yield US Treasury sejalan dengan data ekonomi AS yang terus menunjukkan pemulihan dan kenaikan risiko geopolitik yang mendorong kenaikan harga minyak dunia hingga bertahan diatas USD 70/barrel. Adapun dari sisi negosiasi tarif perdagangan antara AS-China masih berjalan.

Read more
Weekly Perspective - W3 April 2018
Pada pasar obligasi, harga Surat Utang Negara (SUN) yang diwakili dengan Abtrindo Index mencatatkan kenaikan sebesar 0,84%. Yield SUN bergerak tipis pada level 6,63% per 18 April 2018 untuk tenor 10 tahun. Penguatan harga obligasi dinilai belum signifikan, walaupun Lembaa rating Moody’s menaikkan peringkat hutang Indonesia dari Baa3 menjadi Baa2 dengan outlook positif. Nampaknya sentimen pasar global masih membuat pelaku pasar cenderung wait & see. Investor asing kembali mencatatkan net buy sebesar Rp 12,2 Triliun secara mtd hingga 18 April 2018.

Read more